Resign..
benarkah pekerjaan ini yang kucari?
benarkah kuyakin diri bisa berkembang disini?
meski intrik sibuk mencari celah
meski gap senior-junior berupaya membelah
Dulu sekali, ada suatu ungkapan bahwa kehidupan sesungguhnya dimulai saat kita menikah atau saat kita bekerja. Bagi saya jawabnya bisa juga “ya”. Bertambahnya usia tanpa sadar melatih kita bersikap dewasa, menghadapi masalah tanpa emosi semata, melainkan tanggungjawab atas kejadian yang ada.
Berulang kali saya pun menata diri, menghadapi suasana ditempat kerja yag tak seramah dugaan. Karier di usia muda tak jarang mengundang cibiran, belum lagi bedanya perlakuan karena saya perempuan, ditambah claim ide, penegasan tingkatan sampai diremehkan. Alhamdulillah selalu ada jalan, semua pikiran negatif dalam pikiran saya kesampingkan, dengan fokus dan cinta pada pekerjaan (bukan perusahaan..), saya introspeksi dan melangkah lagi, karena masalah kan hadir lagi, tinggal bagaimana kita bersyukur dan memahami
“Na, pernah pengen resign dari tempat kerja sekarang?”
“Pernah”
“Meskipun gaji yang didapat tergolong mapan? pekerjaan pun terkesan menyenangkan”
“Ya, wajar lah, untuk apa mengekang diri mencapai sesuatu yang lebih baik lagi”
“Jadi kapan keputusan itu diambil?”
“Tentunya setalah ada pertimbangan”
“Tentang apa?”
“Tentang tujuan kita sebenarnya, sekedar bekerjakah? atau berkarya?”
“Bagaimana dengan penghasilan dan tanggungjawab menghidupi?”
“Tak ada yang sempurna kawan, sayapun memilih..bukankah yang dicari adalah kebahagiaan dalam menikmati pekerjaan?”