Nikmat kecil..
bernafas lega meski AC kantor lebih dingin dari biasanya
lezatnya nasi timbel lengkap dengan lauknya
aaahhh..ngapain mengutuk hidup ketika banyak nikmat kecil disana
menerima message lucu di email dan FB saya
Jadi ketawa sendiri, melihat rekan kerja yang sibuk cemberut, mengeluh ini itu sambil merengut, menyesali “kesialannya” yang seolah tak mau pergi, dari pagi terus merongrong emosi. Andai saja ia mau sedikit melonggarkan hati, melihat ke sekeliling dan menyadari nikmat kecil yang sedari tadi juga ikut mengiringi. Seperti pujian bos atas datanya yang rapi, penampilannya yang selalu elegan tiap hari, makan siang bareng temen sambil ketawa-ketiwi, bahkan sepatu barunya yang sempat membuat saya iri.
Eh..jangan-jangan saya juga sering begini, jarang mau melihat hal sepele yang justru mampu membuat diri bersyukur lagi, walau ada kerjaan yang belum terselesaikan, walau Jakarta didera kemacetan, walau lain-lain..
“Na, aq sial banget hari ini”
“Upps, kok bisa?”
“Abisnya dari pagi…trus…siangnya…pokoknya ngga sesuai ama rencana”
“Mmm..”
“Kok mmmm?”
“Udah ngaca belum?”
“Maksudnya?..”
“Hari ini penampilanmu cantik banget..”
“Apa hubungannya?”
“Masih banyak lagi lho pujian untuk diri sendiri ketika kita belajar mengenali hal-hal kecil yang patut disyukuri”